WAKTU | ||
| Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan. | ||
hoRAs bangsO bATAk
priA bAtAk punYA selera
hELLo SmuA mAsYArkat DUniA
nme panggilan DAnz_pArt
ato biASa di panggil DAnZ
w sKUl d' SMA BiNtang Timur 1 BAliGE..
keLAs XII !@ 3 ( Pha tolw )
aQ tiNGgal dI aSRAmA puTRA "DON BOSCO"
sOPOSUrUNg bAliGE...
melAlui bLOg ni..
w biSA meNYApa Orang d;perbagai
bneLAhan duNia
dgn bLOg ni W hopE,,,bisA bErbagi CRita
,, peNGAlamAn hiDup SAya yg bAgAimana,,,,????
mAteri-mAteri yG perNAh saya tulIs n kArYA2 ilmiAh sAyA
atO hAl lAin
yAng munGkin,,,,berMAnfaat bg siApa
sAja utAmanya teTu bAgi sya ndrE,,,,
dGAn blog ni jg sAya biSA mengARsipKAn
tulISan sAYA ,,,
seHIngga apaBila diPErlUKAn biSA sAYA baca kemBAli,,
"""""hORAS"""""sYAlom""""
Mengenai Saya
- danz_p4rt
- gw yA w, me my self and I, yang jelas some1 that liVe in wOrld yg puNya desTination. About my chaacter....gW ga Bs jlasin,,,abizzzzzzzz bgti rimIt d,,,,,,, lagian w ga mw blg ma org laen" klu aq tUu bgN!lh ,,,,bgtUlh,,ni,,tu,,etc bOet gw oRAng laEn ya Mn!lai w.. "who's mE...????????? loE yg cari Ndre aNd q tunjkin dee,,,tips2,a n yand sBnrya........... "tHe ReAl me""""""""""'....w Tu orgaNya sEnsitif gamPAng tersingguNg MA pERkatAan KCil ,,
sAhbAT cLaSS
My FrenD PdA saaT PENSI di SKuL
MARAH ITU APA SIcH,,,...?
Marah yaitu Perasaan hati seseorang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Tapi pada kesempatan kali ini saya akan memberikan anda sedikit solusi untuk mengendalikan rasa marah.
- Time Out
(Berhenti sebentar kalau kamu merasa lebih marah dari seharusnya).
2.Tarik Napas Kesadaran Satu
(Atura cara menghirup udara pelan-pelan dari hidung,lalu mengeluarkannya secara perlahan melalui mulut).
3.Tarik Napas Kesardaran Kedua
(Bernapas dengan cepat,pendek-pendek,melaului mulut).
4.Seberapa Pentingkah Ini
(Terus bayangkan gambar besar dalam benakmu, apakah lima tahun mendatang ini masih ada gunanya?)
5.Tukar Peran
(Bayangkan dirimu menjadi pihak lawan dan cobalah untuk sejenak memandang masalah itu dari kaca mata lawan).
6.Pikiran Realitas
(Apakah respon kemarahan kamu lebih besar daripada yang sepantasnya?Adakah hal ini lain yang mengganggu, sampai-sampai reaksi kamu berlebihan pada situasi ini?)
7.Lihat Beberapa Pilihan
(Cobalah,jangan sampi kamu terjebak dalam pikiran defensif dan kaku, tentan keharusan hasil akhir dari konflik ini.Jauhkan diri dari sikap tempur, kabur, diam.
8.Hadapi Konflik Kecil
(Hidup nggak bebas dari konflik.Tunggu konflik dan belajr bagaimana menghadapinya secara efektif,daripada bereakasi berlebihan atau langsung melupaknnya).
9. Jangan Sampai Kamu Hancur oleh Rasa Marah
(Kalau kamu hanyut dalam reaksi berlebihan , situasi adan tambah buruk).
10. Jangan Terjebak dalam Sikap Menyalahkan Terus
(Terus-menerus menyalahkan orang lain Cuma akan membuat kita terjebak dan macet di satu titik).
11. Hindari Sikap Bak Korban
(Kamu mungkin merasa jadi korban.Tapi,cobalah untuk tidak terus-menurus melihat diri kita sebagai korban.Kamu bisa menjatuhkan pilihan dan kamu punya kekuatan pribadi. Read the rest of this entry »
Ngantuk?itu biasa….Cara melawanNya? Ini dia””””””
Posted by: startree100 on: Juli 29, 2008
Anda sering ngantuk disekolah, kampus, maupun di tempat kerja ? Hanya punya cara yang jitu untuk mengatasi rasa ngantuk tersebut,Ikuti langkah saya………………….
Tapi sebelumnya anda harus mengetahui penyebab anda merasa ngantuk,misalnya saja anda terlalu lelah bekerja,terlalu sibuk,mungkin bagi anda para pelajar terlalu banyak membaca dan terlalu banyak tugas yang diberikan oleh guru anda atau mungkin bagi anda ibu rumah tangga yang bekerja dikantor,anda terlalu banyak mengerjakan pekerjaan kantor dan pekerjaan dirumah .Apakah itu masalah anda ?Itu hal yang mudah mari ikuti Saran atau trik dari saya .
Trik-trik melawan rasa mengantuk:
- Pada saat mengantuk cobalah bercermin dan lihatlah wajah anda,betapa jeleknya dengan mata yang sayu dan membuat orang tidak tertarik dengan anda,
- Cobalah hal-hal yang kecil yang membuat anda sedikit melupakan rasa ngantuk misalnya menulis catatan-catatan kecil yang anda anggap menyenangkan ,
- Bila itu tidak berhasil,cobalah basuh wajah anda dengan air,atau mungkin jika untuk para wanita takut melunturkan make-up nya,coba lakukan olahraga kecil di toilet.
- Jika anda memiliki waktu untuk minum kopi,maka minumlah kopi tetapi jangan terlalu sering karena berbahaya ,
- Mungkin jika anda tidak terlalu sibuk dengan pekerjaan anda, anda dapat melakukan sedikit candaan dengan rekan kerja anda untuk menghilangkan rasa ngantuk tersebut.Silahkan mencobanya!!!!!!
CERPEN
Selamat Jalan Kekasih ...
Andi ... Sudah menjalin hubungan kekasih selama dua tahun lamanya dengan Lily. Mereka berniat untuk meresmikannya awal tahun ini. Sayang, rencana itu harus gagal karena Tuhan keburu memanggil-Nya. Andi meninggal karena kecelakaan motor. Kejadiannya persis di malam minggu, saat dia hendak pergi ke rumah Lily. Biasanya, jam tujuh malam dia sudah nongol. Tapi tunggu punya tunggu, Andi belum juga datang.
Lily mulai gelisah, dia mencoba menghubungi Handphonenya, tapi tidak aktif. Sayang Andi tidak punya nomor telepon rumah. Maklum, di Surabaya ini dia anak kost. Sampai jam 10 malam Andi belum juga datang. Lily memutuskan untuk tidak menunggunya lagi. Sambil menahan kesal, dia mencoba untuk tidur. Tapi matanya sulit untuk terpejam. Dia bertanya-tanya dalam hati, Dimanakah Andi berada ?
Dia berniat menanyakan hal itu esok harinya di kampus. " Kalau dia berani selingkuh, Awas yach ! " begitulah kira-kira yang terbesit dibenaknya. Tapi anehnya, rasa was-was makin merajai benaknya. Hingga dia dikejutkan oleh dentang jam dinding yang menujukkan angka 12. " Akh ... aku masih belum bisa tidur " ucapnya.
Kegelisahannya semakin memuncak. Tiba-tiba Lily merasa haus, kemudian dia keluar kamar dan menuju ruang makan. Dia membuka kulkas dan mengambil sebotol air dingin. Dan saat ia hendak kembali ke kamar, langkahnya mendadak sangat berat, udara dingin menghempas. " Idih, ada apa ini ? kok ngga' biasanya seperti ini " Batinnya.
Entah mengapa, matanya mengarah ke ruang tamu, dan tiba-tiba saja dia melangkah dengan ringan seperti ada yang menggerakkannya. Lily sempat heran, buat apa dia menuju ke ruang tamu ? Di teras rumah, sekilas dia melihat sesosok bayangan hitam. Jantungnya berdetak. " Waduh ... Siapa itu diluar ? jangan-jangan pencuri " Pikirnya.
Ingin rasanya ia berteriak memanggil orang tua, adik atau siapa saja yang ada dirumah. Tapi suaranya tercekat ditenggorokan. Tanpa ia sadari, ia makin mendekati pintu. Disibakkannya tirai jendela sedikit, Betapa terkejutnya dia saat melihat Andi berdiri disana.
Hatinya lega bercampur bingung. Kenapa dia baru datang selarut ini ? Pelan-pelan ia membuka pintu. Andi menyunggingkan senyumnya saat Lily sudah berada dihadapannya.
" Andi ... Kok baru datang sekarang ? "
" Sorry, tadi aku ada urusan mendadak, " Jelasnya
" Wajahmu pucat, tanganmu juga dingin. Kau baik-baik saja Andi ? "
" Aku sangat baik-baik saja. Belum pernah kurasakan sebaik ini. Aku Minta Maaf sudah terlambat datang. Tapi aku ngga' bisa lama-lama, waktuku cuma sebentar, "
" Tapi Andi, kau belum menceritakan urusan mendadak apa yang tadi kau kerjakan, "
" Besok juga kau akan tahu. Aku cuma ingin memberitahumu, aku tak bermaksud datang terlambat. Aku sangat mencintaimu Lily. Kau harus percaya itu,"
Lily merasa heran dengan ucapannya. Tapi belum sempat ia kemukakan keheranannya, Andi mengambil pamit pulang. " Aku Pulang, Jaga dirimu baik-baik, Aku ingin kau bahagia " Katanya sambil mencium kening Lily. Lalu dia pergi dan Lily mencoba untuk memanggilnya, tapi Andi terus melangkah pergi.
Sungguh, malam itu Lily sangat merasa ada yang aneh pada diri Andi. Senyumnya, Sorot matanya, semua terasa dingin. Lily juga baru menyadari kalu Andi tidak membawa motor.
Esoknya, Lily baru tahu bahwa Andi mengalami kecelakaan. Saat itu ia dihubungi oleh temannya dari kampus untuk segera ke Rumah Sakit. Lily hampir tak percaya mendengarnya. Menurut keterangan petugas di rumah sakit, Andi dibawa ke Rumah Sakit sekitar Jam 8 malam dalam keadaan sudah tak bernyawa. Motornya hancur berantakan. Lily begidik ketakutan.
Dengan ditemani seorang teman, ia bergegas ke kamar jenazah. dia membuka kain penutup tubuh Andi. Tampak wajah kekasihnya yang pucat pasi. Bibirnya membiru. " Akh ... tak sanggup aku melihatnya lebih lama lagi " Ucapnya sambil menangis. Yang jelas, pakaian yang dikenakannya adalah sama ketika ia datang jam 12 malam kerumah lily. " Apakah benar-benar arwahnya yang datang ... ? " pikirnya dalam hati
Sampai detik ini Lily belum bisa melupakan kejadian itu, Sosok Andi masih menempati ruang khusus didalam hatinya. Selamat Jalan Kekasihku ...
Sebuah Pena ... ...
Yang dulu untaikan sketsa cinta atau lara ... ...
ia habis tintanya, tak lagi bisa ia goreskan tangis,
ia pun beku saat terharu ... ...
ia tak bisa berikan jawaban saat kubertanya ... ...
ia tak besarkan lagi hatiku dengan harapan ... ...
ia mengering ... ... terbaring,
tak pernah lagi hiraukan dawaiku yang mendenting bening ... ...
Samosir HANYA sebuah Pulau Biasa
Coba perhatikan betul-betul peta diatas ini. Apakah Samosir itu adalah sebuah pulau?
Ya, sejak tahun 1900an Samosir resmi sebagai pulau karena Belanda telah membuat terusan di Tano Ponggol yang memisahkan Samosir dengan daratan Sumatera. Mengapa Belanda melakukan itu?
Menurut buku-buku budaya Batak, Tano Ponggol di “potong” belanda dengan dua alasan. Yang pertama, untuk memperlancar transportasi air. Yang kedua, secara psikologis Belanda ingin memecah belahkan Bangso Batak. Anda percaya itu?
Coba tutup mata anda dan bayangkan samosir. Spontan di benak kita pasti membentuk imagi seakan-akan kita berdiri dari Siantar atau Parapat memandang ke arah Samosir. Karena memang akses ke Samosir sejak satu abad ini harus melalui pesisir barat, Sumatera. Sori, tapi ini adalah pandangan yang salah terhadap Samosir. Tapi mau bilang apa. Lagi-lagi kerjaannya Belanda yang memindahkan kesibukan Sumatera Utara dari pesisir barat ke pesisir timur pada akhir abad ke-19. Sekarang pesisir barat itu mati.
Padahal sejak ribuan tahun lalu, Barus, yang terletak di pesisir barat Sumatera Utara, merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia. Kemenyan dari Danau Toba adalah kemenyan terbaik di Dunia. Orang-orang dari seluruh penjuru dunia berdatangan ke Barus untuk mendapatkan kemenyan. Kesibukan ini terus berlangsung sampai akhir abad ke-19 sampai Belanda membangun Belawan dan meramaikan perairan Selat Malaka.
Nah, anggaplah kita hidup di jaman sebelum abad ke-19. Sekarang tutup lagi mata anda, dan bayangkan Samosir. Di benak anda pasti terbentuk gambaran tentang Samosir dari sisi barat. Seakan-akan anda berdiri di puncak bukit Tele, memandang ke arah Samosir. Bagi yang pernah ke Tele, anda pasti mengerti maksudku. Inilah imagi terhadap Samosir yang BENAR!
Pandangan terhadap Samosir akan jauh berbeda jika memandangnya dari barat. Ditambah lagi pada masa itu Tano Ponggol belum terpotong. Sehingga Samosir dan Pulau Sumatera menjadi satu kesatuan dengan satu pintu masuk. The Golden Gate: Tano Ponggol. The only one!
Mungkin anda menyetujui hal ini namun tetap bertanya, and then what..??
Coba perhatikan baik-baik gambar Google Earth dibawah ini:
Kalu anda cerdas, anda tidak akan hanya melihat Samosir itu pulau biasa.
Ingat bentuk istana kerajaan-kerajaan Eropa sana yang digambarkan film-film Hollywood? Suatu tempat sakral dikelilingi parit air buatan, dengan satu pintu masuk megah di bagian depannya. Biasanya di pintu masuknya itu dijaga ketat oleh prajurit-prajurit perang terbaik kerajaan tersebut.
Coba kembali ke pandangan Samosir dari barat ini. Mirip dengan gambaran Samosir yang sebenarnya. Suatu tempat dikelilingi Danau Toba dengan pintu masuk Tano Ponggol dan di jaga oleh Pusuk Buhit.
Nah, apa itu Pusuk Buhit? Ini adalah tempat memanjatkan sembah dan pujian terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa (baca: Gunung Suci Pusuk Buhit). Tidak sembarang orang dapat naik ke puncaknya. Untuk menyampaikan sembah pujian pada Tuhan di puncak Pusuk Buhit, hati kita harus bersih, kosong, dan tidak punya niat lain kecuali ingin memuliakan Sang Pencipta. Berdoa di Pusuk Buhit haruslah meninggalkan ambisi duniawi. Itulah kegiatan spiritual yang paling tinggi. Sulit memang.
Kembali ke gambar, jelaslah sudah, bahwa untuk memasuki Samosir, anda harus mendekatkan diri dulu pada Tuhan Allah. Bukan sekedar doa kata-kata, namun harus secara spiritual melakukan hubungan vertikal yang suci. Barulah pintu Tano Ponggol terbuka lebar untuk anda dan Samosir menyambut dengan seyuman ceria dibalik pintu itu.
Dengan kontur alam Danau Toba dan sekitarnya yang seperti itu, dan fungsi Pusuk Buhit yang menjaga Samosir di depannya, Pertanyaannya sekarang adalah:
JADI APAKAH SEBENARNYA SAMOSIR INI?
MENGAPA BELANDA MEMOTONG TANO PONGGOL DAN MEMINDAHKAN KESIBUKAN DARI PESISIR BARAT KE PESISIR TIMUR?
Possibly related posts: (automatically generated)
Kosmologi Masyarakat Batak
by : danIel PArApAt
Antara berpuluh-puluh suku kaum bangsa Melayu di Nusantara, masyarakat Batak adalah yang paling unik dengan sejarah budaya dan agama yang melingkarinya. Keunikan ini bukan sahaja kerana masyarakat Batak disinonimkan sebagai ‘masyarakat Kanibal’ tetapi kerana masyarakat Batak mempunyai budaya dan tamadun yang tinggi disebalik amalan kanibalistik.
Tradisi masyarakat Batak di Nusantara mempunyai sejarah yang lama, menjangkau jauh sehingga lebih kurang 300 SM hingga 600 SM, bertumpu di Sumatra, Indonesia. Pada peringkat awal (abad pertama) Sumatra di kenali sebagai Swarnabumi (bumi emas) oleh pedagang India - sejajar dengan penjumpaan emas di sini.
Minat pedagang India terhadap emas menyebabkan pedagang-pedagang ini berbaik-baik dengan masyarakat pribumi - Batak. Dari semasa kesemasa, adat dan budaya pedagang India dihamparkan kepada masyarakat Batak yang menerimanya dengan mudah. Dalam sedikit masa, budaya masyarakat Batak banyak meresap budaya dan adat Hindu.
Sehingga kini masyarakat Batak paling banyak terdapat di Sumatra, terutamanya di kawasan Tapanuli. Disamping Sumatra masyarakat Batak juga menghuni kawasan-kawasan lain Nusantara, terutamanya Pulau Jawa dan kepulauan lain Indonesia, Semenanjung Malaysia, Singapura, Sabah, Sarawak, Brunei, Filipina, Sulawesi dan sebagainya.
Pola pergerakan masyarakat Batak dari Sumatra ke kawasan-kawasan lain di Nusantara dipengaruhi oleh dua faktor. Pertamanya, kedatangan penjajah barat ke Nusantara pada abad ke-17 dan keduanya, ‘adat merantau’ yang merupakan sebahagian daripada budaya masyarakat Batak.
Sebagai konsekuen penjajahan, sebilangan masyarakat Batak menjadi hamba abdi yang dijual dalam pasaran. Pada abad ke 19, penjualan hamba Batak adalah ghalib di Sumatra dan Nusantara umumnya. Lebih kurang 300 hingga 600 hamba Batak dijual di Singapura dan Pulau Pinang setiap tahun oleh Inggeris. Apa yang menarik ialah hamba-hamba Batak ini dijual oleh masyarakat Batak sendiri kepada Inggeris di Sumatra yang kemudiannya dijual di tempat-tempat lain.
Hasil daripada proses migrasi hamba Batak, berkembanglah populasi Batak di Malaysia, terutamanya di kawasan Utara Semenanjung Malaysia. Diskripsi fizikal masyarakat Batak yang gelap, berbadan tegap dan berambut kerinting dapat dikesan di Utara Semenanjung sehingga kini.
Namun dari segi keagamaan dan kepercayaan, masyarakat Batak di Malaysia sudah terpisah sama sekali daripada ikatan adat dan kepercayaan masyarakat Batak di Sumatra yang masih bersifat animistik dan Javaistik. Superioriti ‘adat’ digantikan dengan ‘agama Islam’ bagi masyarakat Batak di Malaysia.
Natijahnya, corak hidup dan pemikiran masyarakat Batak di Malaysia, baik di Pulau Pinang, Perak, Pahang mahupun Kelantan tidak lagi merefleks budaya dan adat masyarakat Batak asal dari Sumatra.
Kajian ini menumpu kepada gambaran kosmologi Batak Sumatra, sebagai representatif masyarakat Batak Nusantara. Kosmologi masyarakat Batak di Malaysia adalah tidak lain daripada kosmologi Islam.
Berbalik kepada perkembangan budaya Batak. Menurut Edwin M. Loeb dalam bukunya ‘Sumatra : Its History and People’, masyarakat Batak mewarisi tradisi yang berupa adunan budaya setempat dengan agama-agama besar dunia yang merebak ke kawasan ini sejak abad pertama lagi. Hinduisme, Buddhisme, Islam, Kristianiti dan Taoisme, semuanya sampai ke Sumatra dahulu sebelum merebak ke tempat-tempat lain di Indonesia dan kepulauan Melayu yang lain.
Kehadiran budaya Hindu pada persekitaran abad pertama disusuli dengan kedatangan agama Buddha yang bersinskrit dengan agama Hindu dan kepercayaan lokal. Kemasukan Islam pada persekitaran abad ke 8 hingga 13 makin merencahkan lagi agama masyarakat Batak dan Sumatra umumnya, yang sudah
sedia bersinskrit dengan unsur-unsur lokal, Hinduisme dan Buddhoisme. Hasilnya, lahirlah ‘adat’, fenomena yang penting dalam kehidupan masyarakat Batak berbanding epistomologi agama.
Adalah tidak keterlaluan untuk dinyatakan bahawa masyarakat Batak secara umumnya memperolehi hampir kesemua fahaman spiritualnya dari India, terutamanya Hinduisme. Fahaman Hindu- Batak (pengadunan Hinduisme dengan kepercayaan lokal) kemudiannya merebak ke tempat-tempat lain di Indoensia.
Kata Loeb, antara beberapa elemen Hindu yang terdapat dalam kepercayaan Batak ialah idea ‘Pencipta’ dan ‘ciptaan’, stratifikasi syurga (langit), kebangkitan syurga (langit), nasib atau kedudukan roh selepas seseorang meninggal dunia, pengorbanan binatang, dan shamanisme (trans atau rasuk) sebenar-benarnya.
Fahaman keagamaan masyarakat Batak dapat dibahagikan kepada 3 bahagian: Kosmologi dan kosmogoni - dunia Tuhan (kedewaan) Konsep penduduk asal tentang roh. Kepercayaan tentang hantu, iblis dan nenek moyang.
Stratifikasi fahaman agama seperti di atas mirip kepada salah satu daripada fahaman Hindu. Orang Batak membahagikan kosmologinya kepada 3 bahagian. Bahagian atas adalah tempat bagi Tuhan dan Dewa. Bahagian tengah (dunia) untuk manusia dan bahagian bawah (bawah bumi) untuk yang mereka yang telah
mati - hantu, syaitan, iblis dan sebagainya.
Masyarakat Batak mempercayai kewujudan banyak Tuhan. Tuhan yang paling besar atau tertinggi kedudukannya ialah ‘Mula djadi na bolon’ - permulaan awal dan maha, atau ‘dia yang mempunyai permulaan dalam diriNya’. Konsep ini mempunyai persamaan dengan konsep ‘Brahman’ atau kala purusha Hindu.
‘Mula djadi na bolon’ berbentuk personal bagi masyarakat Batak dan tinggal di syurga yang tertinggi. Ia juga dihadiri oleh atribut-atribut ‘maha kebal’(immortality) dan ‘maha kuasa’ (omnipotence), justeru berupa pencipta segala-galanya dalam alam termasuk Tuhan. Dalam kata lain Mula djadi na
bolon hadir dalam segala ciptaan.
Bersama-sama konsep Mula djadi na bolon - Tuhan Yang Maha Besar, masyarakat Batak secara pragmatiknya akrab dengan konsep Debata na tolu (Tiga Tuhan) atau apa yang dipanggil Tri-Murti atau Trinity dalam kosmologi Hindu.
Tiga prinsipal yang mewakili Debata na tolu ialah Batara Guru, Soripata dan Mangalabulan. Batara Guru disamakan dengan Mahadewa (Shiva) manakala Soripata disamakan dengan Maha Vishnu. Hanya Mangalabulan mempunyai sejarah kelahiran yang agak kabur dan tidak memperlihatkan persamaan dengan
imej-imej kosmologi Hindu.
Antara tiga pinsipal ini, Batara Guru mempunyai kedudukan yang tinggi dan utama dikalangan masyarakat Batak, kerana sifatNya sebagai pencipta dan pada masa yang sama, hero kebudayaan yang mengajar kesenian dan adat kepada masyarakat Utara Sumatra ini.
Mangalabulan sebaliknya adalah prinsipal yang agak kompleks kerana disebalik merahmati dan menunaikan kebaikan dan kebajikan, Mangalabulan juga melakukan kejahatan atas permintaan, lantas menjadi Tuhan pujaan dan penaung bagi perompak dan pencuri - penjenayah secara umumnya.
Disamping tiga prinsipal utama ini - Debata na tolu, masyarakat Batak juga mempunyai banyak debata atau Tuhan yang lebih rendah stratifikasinya, misalnya debata idup (Tuhan Rumah), boraspati ni tano (spirit bumi/tanah) dan boru saniang naga (spirit air), Radja moget pinajungan (penjaga pintu
syurga), Radja Guru (menangkap roh manusia) - tugasnya sama seperti malaikat Izarail dalam epistomologi Islam atau Yama dalam Hinduisme.
Debata adalah derivasi Sanskrit, deivatha. Dalam epistomologi Batak, debata mewakili Tuhan.
Masyarakat Batak, seperti masyarakat Hindu, menerima kehidupan dalam nada dualiti. Kebaikan dan kejahatan saling wujud dalam kehidupan, dengan kebaikan menjadi buruan ultimat manusia.
Prinsipal jahat bagi masyarakat Batak ialah Naga Padoha, prinsipal yang terdapat pada aras paling bawah dalam hieraki tiga alam - iaitu di bawah bumi. Bersama-sama Naga Padoha ialah cerita bagaimana anak Batara Guru, Baro deak pordjar yang enggan mengadakan hubungan dengan Mangalabulan di langit, turun ke lautan primodial (sebelum bumi dicipta). Apabila Batara Guru mengetahui insiden ini, dia menghantar segenggam tanah melalui burung layang-layang yang diletakkan pada lautan primodial. Hasilnya terjadilah bumi. Kemudian, dicipta pula tumbuhan, binatang dan haiwan. Hasil daripada hubungan anak Batara Guru dengan seorang hero dari langit (dihantar oleh Batara Guru) lahir generasi manusia.
Naga Padaho yang asalnya berkedudukan di lautan primodial telah disempitkan kedudukannya kerana pembentukkan dan perkembangan bumi dari semasa ke semasa. Kerana kesempitan ini, setiap pergerakkan Naga Padaho mengakibatkan gempa bumi. Mitologi ini selari dengan konsep fatalistik Batak bahawa dunia
akan hancur pada satu masa nanti, apabila Naga Padaho berjaya membebaskan diri daripada himpitan Batara Guru.
Lee Khoon Choy, dalam bukunya Indonesia Between Myth and Reality mempunyai cerita asal usul dunia yang berbeza. Menurut Lee, pada awalnya terdapat satu Tuhan iaitu Ompung Tuan Bubi na Bolon - Tuhan omnipresent dan omnipotent. Ompung bermakna ‘moyang’. Semasa dia, Ompung Tuan Bubi na Bolon bersandar pada sebatang pohon banyan (beringin atau wiringin), ranting yang reput patah dan jatuh ke dalam laut. Ranting reput ini menjadi ikan dan hidupan air yang lain. Kemudian jatuh lagi ranting dan terciptalah serangga. Ranting ketiga yang jatuh membentuk binatang seperti rusa, monyet, burung dan
sebagainya. Ini disusuli dengan penciptaan kerbau, kambing, babi hutan dan sebagainya.
Hasil daripada perkhawinan dua ekor burung yang baru dicipta iaitu Patiaraja (lelaki) dan Manduangmandoing (perempuan) bermulanya kelahiran manusia daripada telur Manduangmandoing ketika berlakunya gempa bumi yang dasyat.
Meskipun berbeza dengan Loeb, mitos asal usul yang dibawa oleh Lee memperlihatkan persamaan pada dasarnya- asal usul manusia daripada telur dan pengaruh gempa bumi (karenah Naga Padoha).
Dilihat dari mata kasar, kisah asal usul ini berupa mitos yang tidak dapat diterima akal tetapi kekayaan mitos ini ialah, ia juga berupa alegori yang kaya dengan persoalan mistisisme, apabila dilihat dari perspektif intrinsik - hampir sama seperti peperangan dalam Mahabaratha dan Ramayana.
Apabila dikiaskan dengan mistisisme Hindu-Buddha, Naga padoha adalah tidak lain daripada Kundalini yang berkedudukan di tengah-tengah jasad manusia (dekat anus).
Dalam epistomologi Vaishnava (salah satu daripada aliran Hindu), avatara Maha Vishnu - Krishna Paramatma berlawan dengan Naga Kaliya, yang akhirnya tunduk kepada Krishna Paramatma. Secara intrinsik, alegori ini mengisahkan kejayaan Krishna Paramatma menawan nafsu (dilambangkan oleh naga/ular). Kalau Naga Padoha adalah Kundalini, bumi adalah jasad mansia, manakala Batara Guru adalah roh atau debata atau tondi yang hadir bersama-sama manusia apabila dicipta. Simbologi Naga (Ular) dalam mitologi Batak adalah universal sifatnya. Dalam epistomologi agama-agama Semitic, kita dapati watak ular diberikan pewarnaan hitam(jahat). Kisah pembuangan Adam dan Hawa (Eve) ke bumi adalah akibat
hasutan ular terhadap Hawa yang kemudiannya menggoda Adam dengan kelembutannya.
Ironinya, masyarakat Batak percaya suatu masa nanti dunia akan hancur apabila Naga padoha bangun memberontak. Tetapi, selagi rahmat dan bimbingan Batara Guru masih ada pada manusia, selagi itu mereka akan dapat menundukkan Naga Padoha dan hidup dalam harmoni. Tidak hairanlah sekiranya Batara Guru
menjadi debata paling popular bagi masyarakat Batak dan Indonesia umumnya.
Koding, seorang lagi sejarahwan berpendapat terdapat banyak elemen identikal diantara mitologi Batak dengan Hindu. Boru deak pordjar - anak Batara Guru adalah Dewi Saraswati dalam Hinduimse. Batara Guru di samakan dengan Mahadewa (Shiva) dan juga dengan Manu - manusia pertama di bumi.
Brahma dipersonifikasikan dengan watak Svayambhu - dia yang wujud daripada dirinya sendiri.
‘Telur dunia emas’ dari mana asalnya Svayambhu sebagai Brahman dan mencipta manusia dan Tuhan (tradisi Hindu), diubahsuai dalam mitologi Batak kepada tiga biji telur, dari setiap satunya lahir satu Tuhan. Justeru, ayam (manuk) yang melahirkan telur ini dianggap utama dalam kedudukan mitologi spiritual
masyarakat Batak. Telur manuk (ayam) ini, dalam tradisi Tantrik dipanggil salangram atau speroid kosmik.
‘Roh’ adalah elemen terpenting agama dan adat masyarakat Batak. Konsep supernatural (mana) pula, hampir-hampir tidak wujud di sini. Konsep yang dominan dikalangan masyarakat Batak ialah tondi. Menurut Warneck, otoriti unggul kajian tentang masyarakat Batak, tondi ialah ‘spirit’ (tenaga halus), ‘roh manusia’, ‘individualiti manusia’ yang wujud sejak manusia berada dalam rahim ibunya lagi. Pada ketika ini ia menentukan masa depan anak yang bakal dilahirkan itu.
Tondi wujud hampir kepada badan dan sesekala meninggalkan badan. Peninggalan tondi menyebabkan orang berkenaan jatuh sakit. Justeru itu, pengorbanan dilakukan oleh seseorang untuk menjaga tondinya agar sentiasa berada dalam keadaan baik .Semua orang mempunyai tondi tetapi kekuasaan tondi berbeza daripada seorang dengan seorang yang lain. Hanya tondi tokoh-tokoh besar dan utama kedudukannya dalam masyarakat mempunyai sahala - kuasa supernatural (luar biasa atau semangat/keramat). Rasional kepada perbezaan ini sama dengan konsep fatalistik Hindu, yang beranggapan bahawa segala kecelakaan hidup telah ditetapkan sebelum lahir lagi dan tidak boleh dihindari. Kerana kelahiran adalah dalam kedudukan yang baik maka tondinya juga akan berada dalam kedudukan yang baik (berkuasa).
Bilangan tondi yang terdapat pada seseorang bervariasi daripada satu dan tujuh. Sebahagian masyarakat Batak percaya bahawa setiap orang hanya mempunyai satu tondi manakala sebahagian lain mengangkakan tujuh tondi bagi setiap individu.
Konsep lain berkaitan dengan tondi ialah begu (hantu atau iblis). Begu ialah tondi orang mati. Bukan semua tondi adalah begu . Tondi yang natural tanpa perkaitan dengan kejahatan dikenali sebagai samaon. Setapak lebih tinggi daripada samaon ialah semangat atau debata (sama tahapnya dengan Tuhan) yang bervariasi mengikut fungsi dan kekuasaannya.
Shamanisme - tradisi menurunkan roh atau tondi orang yang sudah mati kedalam tubuh orang lain (yang masih hidup) yang dilakukan semata-mata untuk berkomunikasi dengan roh orang-orang yang sudah mati adalah tradisi yang paling popular di Utara Sumatra. Shaman (orang yang dituruni tondi atau ‘si baso’) terdiri daripada kedua-duanya, lelaki dan perempuan. Masyarakat Batak primitif yang tidak akrab dengan shamanisme (terutamanya di kepulauan Barat Sumatra) bergantung kepada dukun (seer - bahasa Inggeris atau ‘kavi’ - bahasa Sanskrit). Bezanya dukun dengan shaman, tondi (juga debata dan spirit) berkomunikasi secara personal dengan dukun. Dukun kemudian akan menyampaikan mesej wujud halus
(tondi, debata dan spirit) atau mengubat pesakit mengikut pesanan wujud halus.
Shaman pula hanya berfungsi sebagai media untuk membolehkan tondi berkomunikasi dengan orang-orang yang ingin berurusan dengannya. Perhubungan ‘tondi’ dengan orang yang memanggilnya adalah langsung, berbeza dengan hubungan melalui dukun (orang ketiga).
Dukun Batak biasanya lelaki dan dikenali sebagai datu. Meskipun dukun Batak tidak mempunyai satu sistem atau institusi bagi melatih datu - kelompok masyarakat ini menjadi penjaga dan bertanggungjawab memperturunkan ritual esoterik dan pembelajaran (spiritual) Hindu dan lokal dari generasi ke generasi. Seperkara yang menarik pada amalan masyarakat Batak ialah konsep melihat kehidupan pada detik ‘kini dan sini’(here and now). Mereka percaya tondi yang ada pada mereka perlu dijaga dan dihidupi dengan sebaik-baiknya di sini (dunia) dan kini (sekarang). Mereka tidak menunggu bagi masa akan datang untuk mendapat balasan. Konsep ini meskipun boleh dilihat dari perspektif eksistensialis, juga boleh dilihat dari sudut mistisisme.
Hampir kesemua aliran mistis (biar agama apa sekalipun) menekankan umatnya agar menghidupi kehidupan dengan sebaik mungkin. Biasanya, jalan tengah digunakan, yakni bukan bersandar kepada semalam yang sudah berlalu dan esok yang belum pasti, tetapi menghidupi detik-detik kini dalam nada ke’sahaja’an. Konsep roh di kalangan masyarakat Batak berligar kepada ‘tenaga’ atau ‘kuasa’. Tenaga ini sekiranya berada dalam keadaan harmonis akan membawa kepada kebaikan. Sebaliknya kalau dihampakan atau dimurkakan, akan memberi kesan buruk kepada kehidupan manusia dan alam.
Meski banyak mendapat pengaruh agama Hindu, kepercyaan masyarakat Batak mempunyai elemen lokalnya yang tersendiri seperti konsep tondi. Tondi masyarakat Batak tidak boleh disempitkan sebagai aura - lilitan tenaga yang sentiasa ada dikeliling manusia. Malah tondi juga tidak boleh dirumuskan sebagai roh yang terdapat dalam jasad manusia. Tondi adalah adunan beberapa fahaman daripada beberapa tradisi yang
kemudiannya membentuk tradisi kosmologi Batak yang unik.[]
budaya batak
DEKORASI PELAMINAN
By
" danz-part"
"DC" Service menyediakan bermacam dekorasi pelaminan sesuai dengan yang diinginkan. Seluruh model yang dipesan oleh klien harus disesuaikan dengan keadaan gedung resepsi, baik itu luas maupun tinggi atap gedung, karena semua itu besar pengaruhnya terhadap keindahan suatu dekorasi pelaminan. Kami akan mewujudkan selera klien dengan menyesuaikannya terhadap situasi dan kondisi yang tersedia.
Khusus untuk pelaminan pesta yang diadakan di rumah, kami selalu melakukan pengukuran maupun pengecekan sarana dan prasarana yang tersedia.
WAKTU
The Diary Of A Mad Spinster
I am happy that I still be able spending time with people that I care and love. There were so many tragedies around us. Mother nature are really angry at us. Many earthquakes have happened this year. The most devastated one is in Aceh and Nias and to many other small islands. There were flood around this country. Not to mention airplane accident and so many others such as Kuningan Bombing. Must we have that year after year?
I could only hope that I becoming more grown up person this year (my, my, where have you been? In the kidergarten????) and really, really could keep my temper down. I am hoping that I still be given a chance to make people around me happy. Welcome 2005 and goodbye 2004.
Thursday, December 30, 2004
Before going home, we are visiting Salib Kasih. In this area, were known where this priest: Nomensen; spread out Christianity to the local people. In the old days, people worship the spirit and cannibalism. So, we can imagine how hard that must be for Nomensen. But he managed. And he is remembered always until this very day. After that, we went home and stop again at Lake Toba. The place give you mysterious feeling. You could not help but imagining, what’s inside that big lake. Dragon, or other large giant animal, perhaps? Ho…ho….ho…. And these are the pics that I manage to take down there at Salib Kasih; Tarutung
this is said the first HKBP's church, also located in Tarutung
and this is the view from lake Toba near nightfall.
RONALDO
alex bo
takut akan tuhan permulaan pengetahuan tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan

amsal : 7 //////>>>"""""<<<>>>????
ni friend gua satu kela yang always menghibur gua
tau ga we cuma dia teman aku satu kelas nak asdo yang selalu memberikan gua inspirasi tentang kehidupan ini liat aja senyumanya penuh dengan kegembiraan dan tak kurang satu apa pun.. awas friend nanti bunga kita layu alya tangan mu berapi ntar fr loys marah tau
teman gw sanggam yang smart and forman pemuja rahasia
ne orangnya baik penuh dengan ide - ide yang smart ...ne orang selalu kompax and gaul gitu looo...
Selasa, 01 Juni 2010
Essensi ULTAH bukan lagi sebatas bertambahnya usia,atau hanya merekapitulasi waktu untuk mencapai impian yang belum terwujud.
Tapi ULTAH juga Menjadi sebuah "WARNING' bagi kita bahwa sisa usia yangkita miliki semakin berkurang dari jatah yang di tentukan SANG PENCIPTA....
Karena itu rayakanlah ULTAH mu dengan menyisihkan waktu pribadi untukbersyukur atas apa yang telah kamu miliki. Dan kontemplasilah untukmenggali makna dari suka-duka rentetan peristiwa yang telah kau lalui.Karena semua itu adalah indikasi kalo kita semakin Dewasa.
HAPPY BIRTHDAY
Selamat ULANG TAHUN ..
Kiranya di sisa usia yang semakin minimal itu,
TUHAN akan selalu memakaimu lebih MAKSIMAL untuk berkarya Nyata guna hormat dan kemuliaan Nya. "-AMIN">
Senin, 23 Maret 2009
uMPAsa
FALSAFAH
Dijolo raja sieahan, dipudi raja sipaimaon
(Hormatan do natua-tua dohot angka raja).
Sada silompa gadong dua silompa ubi,
Sada pe namanghatahon Sudema dapotan Uli.
Pitu batu martindi sada do sitaon nadokdok
(Unang maharaphu tu dongan).
Jujur do mula ni bada, bolus do mula ni dame
(Unang sai jujur-jujuri salani dongan, alai bolushon ma).
Siboru buas siboru Bakkara, molo dung puas sae soada mara
(Dame ma).
Sungkunon poda natua-tua, sungkunon gogo naumposo
(Bertanggung-jawab).
UMPASA NI NAPOSO BULUNG.(Buat orang-orang muda)
Jolo tiniktik sanggar laho bahenon huru-huruan,
Jolo sinukkun marga asa binoto partuturan.
Tudia ma luluon da goreng-goreng bahen soban,
Tudia ma luluon da boru Tobing bahen dongan.
Tudia ma luluon da dakka-dakka bahen soban,
Tudia ma luluon da boru Silaban bahen dongan.
Manuk ni pealangge hotek-hotek laho marpira
Sirang na mar ale-ale, lobianan matean ina.
Silaklak ni dandorung tu dakka ni sila-sila,
Ndang iba jumonok-jonok tu naso oroan niba.
Metmet dope sikkoru da nungga dihandang-handangi,
Metmet dope si boru da nungga ditandang-tandangi.
Torop do bittang di langit, si gara ni api sada do
Torop do si boru nauli, tinodo ni rohakku holoan ho do
Rabba na poso, ndang piga tubuan lata
Hami na poso, ndang piga na umboto hata
UMPASA MANJALO TINTIN MARANGKUP.(Untuk pasangan saat tukar cincin)
Bulung namartampuk, bulung ni simarlasuna,
Nunga hujalo hami tintin marangkup,
Dohonon ma hata pasu-pasuna
Hot pe jabu i, tong doi margulang-gulang
Sian dia pe mangalap boru bere i, tong doi boru ni Tulang.
Sai tong doi lubang nangpe dihukkupi rere,
Sai tong doi boru ni Tulang, manang boru ni ise pei dialap bere.
Amak do rere, dakka do dupang,
Anak do bere, Amang do Tulang.
Asing do huta Hullang, asing muse do huta Gunung Tua,
Asing do molo tulang, asing muse do molo gabe dung simatua.
UMPASA TU NA BARU MARBAGAS (Untuk pasangan yang baru menikah)
Dakka ni arirang, peak di tonga onan,
Badan muna naso jadi sirang, tondi mu marsigomgoman
Giring-giring ma tu gosta-gosta, tu boras ni sikkoru,
Sai tibu ma hamu mangiring-iring, huhut mangompa-ompa anak dohot boru.
Rimbur ni Pakkat tu rimbur ni Hotang,
Sai tudia pe hamu mangalakka, sai tusima hamu dapot pansamotan.
Dekke ni sale-sale, dengke ni Simamora,
Tamba ni nagabe, sai tibu ma hamu mamora.
Sahat-sahat ni solu, sahat ma tu labuan,
Sahat ma hamu leleng mangolu, jala sai di dongani Tuhan.
Sahat solu, sahat di parbinsar ni ari,
Leleng ma hamu mangolu jala di iring-iring Tuhan ganup ari.
Mangula ma pangula, dipasae duhut-duhut
Molo burju marhula-hula, dipadao mara marsundut-sundut
Ruma ijuk tu ruma gorga,
Sai tubu ma anakmuna na bisuk dohot borumuna na lambok marroha
Anian ma pagabe tumundalhon sitodoan,
Arimu ma gabe molo marsipaolo-oloan.
Gadu-gadu ni Silindung, tu gadu-gadu ni Sipoholon,
Sai tubu ma anakmuna 17 dohot borumuna 16.
Andor hadukka ma patogu-togu lombu,
Sai sarimatua ma hamu sahat tu na patogu-togu pahoppu.
UMPASA MANGAMPU
Bulung ni Taen tu bulung ni Tulan
Ba molo tarbahen, sai topot hamu hami sahali sabulan,
Molo so boi bulung ni tulan, pinomat bulung ni salaon
Ba molo so boi sahali sabulan, pinomat sahali sataon.
Ni durung si Tuma laos dapot Pora-pora
Molo mamasu-masu hula-hula mangido sian Tuhan,
Napogos hian iba, boi do gabe mamora.
Songgop si Ruba-ruba tu dakka ni Hapadan,
Angka pasu-pasu na ni lehon muna,
Sai dijangkon tondi ma dohot badan.
Mardakka Jabi-jabi, marbulung ia si Tulan
Angka pasu-pasu na pinasahat muna,
Sai sude mai dipasaut Tuhan.
Naung sampulu sada, jumadi sampulu tolu,
Angka pasu-pasu pinasahat muna,
Sai anggiatma padenggan ngolu-ngolu.
Naung sapulu pitu, jumadi sapulu ualu,
Angka pasu-pasu pinasat muna hula-hula nami,
Diampu hami ma di tonga jabu.
Turtu ninna anduhur, tio ninna lote,
Angka pasu-pasu pinasahat muna,
Sai unang ma muba, unang mose.
Habang pidong sibigo, paihut-ihut bulan,
Saluhut angka na tapangido, sai tibu ma dipasaut Tuhan.
Obuk do jambulan, nidandan ni boru Samara
Pasu-pasu na mardongan tangiang sian hula-hula,
Mambahen marsundut-sundut soada mara.
Tinapu bulung nisabi, baen lompan ni pangula
Sahat ma pasu-pasu na nilehon muna i tu hami,
Sai horas ma nang hamu hula-hula.
Suman tu aek natio do hamu, riong-riong di pinggan pasu,
Hula-hula nabasa do hamu, na girgir mamasu-masu.
AKKA UMPASA NA ASING
Martahuak ma manuk di bungkulan ni ruma,
Horas ma hula-hulana,songoni nang akka boruna.
Simbora ma pulguk, pulguk di lage-lage,
Sai mora ma hita luhut, huhut horas jala gabe.
Hariara madungdung, pilo-pilo na maragar,
Sai tading ma na lungun, ro ma na jagar.
Sinuan bulu sibahen na las,
Tabahen uhum mambahen na horas.
Eme ni Simbolon parasaran ni si borok,
Sai horas-horas ma hita on laos Debata ma na marorot.
Sititik ma sigompa, golang-golang pangarahutna,
Tung so sadia pe naeng tarpatupa, sai anggiat ma godang pinasuna.
Pinasa ni Siantar godang rambu-rambuna,
Tung otik pe hatakki, sai godang ma pinasuna.
Tuat si puti, nakkok sideak,
Ia i na ummuli, ima ta pareak.
Aek godang tu aek laut,
Dos ni roha sibaen na saut.
Napuran tano-tano rangging marsiranggongan,
Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman
Marmutik tabu-tabu mandompakhon mataniari,
Sai hot ma di hamu akka pasu-pasu, laho marhajophon akka na sinari.
Bona ni pinasa, hasakkotan ni jomuran,
Tung aha pe dijama hamu, sai tong ma dalan ni pasu-pasu.
Mandurung di aek Sihoru-horu, manjala di aek Sigura-gura
Udur ma hamu jala leleng mangolu, hipas matua sonang sora mahua.
Dolok ni Simalungun, tu dolok ni Simamora
Salpu ma sian hamu na lungun, sai hatop ma ro si las ni roha.
Minggu, 22 Maret 2009

| *** Puisi Cinta *** | |||
| Rindu ( Belum Kasip ) Rinai rintik hujan pertegas jarak rinduku Berlari dengan langkah-langkah kecil Ada decak ... ada ragu ... Ada gontai dari langkah kecil yang tak tentu Mengejar hembusan nafas harum nan lembutmu Dan kala dendam rindu ini datang mendera Bayangmu sesaat memaku segala gerakku Mengalihkan mataku pada indah sudut matamu Yang menampakkan butiran-butiran kasih sayang Rinduku ... Bersangkar dalam hati yang tamaram Di pagar waktu di jaga malam Melagukan merdunya kepedihan Bagian terindah dari kebahagiaan yang kita punya Di sini ... di jarak waktu ini Aku menjadi pedih ! Mencari cahaya yang telungkup di balik bukit Memutuskan satu nadi waktu Menanti jiwamu yang tak ragu ... Belum kasip rinduku ... hanya untukmu | |||
| Dari Jauh Dari jauh, aku memandangmu Lewat semua mata hatiku Dari jauh, aku mengagumimu Lewat semua kisah tentangmu Dari jauh, aku mengkhayalkanmu Tanpa peduli kata hatiku Dari jauh, aku larut dalam suka citamu Bagai bertemu air jernih dipadang tandus Dari jauh, aku hanyut dalam dukamu Bagi tersesat dalam mimpi buruk Dari jauh, kukirim do'a untukmu Do'a tulus, do'a tak bersyarat Dari jauh, kulukis engkau dalam tidurku Lewat beragam bunga tidurku Dari jauh, aku titipkan hatiku padamu Agar kau senantiasa setia padaku | |||
Dirimu Satu ... Ada denting nada luka Yang mengalun sepi di relung hati Bila ingatan akan dirimu hadir mengusik 'Tlah kucoba melangkah menjauh darimu Melupakan beningnya tatap bola matamu Sayangnya ... aku tak pernah bisa Akh ... andai kau mau mendengar Alun kidung rindu yang kucipta Semua tentang kamu, hanya kamu ! | |||
|
| Harapku Tuhanku Beri dia yang kucinta Hati yang tabah Agar selalu tegak berdiri Menantang kerasnya hidup Dan tolong bimbing dia Selagi dia lupa Karena jauh dan sepi Amien .... | ||
| Keyakinan Cinta Dekaplah sayangku dan pejamkan matamu Izinkalah kukecup bibirmu Yang indah dan mempesona Lepaskan rindumu yang tersimpan dihatimu Biarkan hasrat cinta kita Bersatu 'tuk selamanya Janganlah kau ragu akan cintaku Yakinlah diriku milikmu selalu. | Rindu Saat kutapaki jalan itu Seakan kusadari ada dirimu Berjalan disampingku, Bisu ... Saat kutatap langit biru Kubayangkan angan dan mimpiku Untuk selalu bertemu denganmu Saat kudengar sebuah lagu Kuinginkan nada dan irama musikmu Kau dendangkan hanya untukku Saat kumasuki tidur malamku Kumimpikan kau dan aku menyatu Lalu ingin kukatakan ; " Kasih ... Aku Rindu ... "
| ||
| " Pesan Buatmu Kekasih " Di sini telah ku tulis Berjuta-juta kesaksian Tentang kita dan sketsa perjalanan Namun cerita selalu tak pernah sempurna Karena jarak terlalu jauh 'Tuk di tempuh oleh anganan kita Dan angananku telah kutitipkan padamu Agar rindu itu 'kan menyatu Dalam kenyataan dan bukan khayalan Serta angananku belaka Nurani didinding hati hampir retak Dekaplah aku yang erat Agar kita tak terpisahkan Hanya karena khayalan dan anganan | Adakah Kau Rasakan Setiap mataku terpana padamu Saat itu pula rasaku 'tak menentu Detak nadiku ... Goncangan dadaku ... Menghanyutkan ketenangan kalbuku Kadang kusentak diriku Kutarik pandangan yang terpaku Kusadarkan jiwaku yang menggebu Dan kukurung dalam terali hatiku Karena bimbang dan ragu Seribu tanya yang masih menghalau Adakah kau seperti aku ... ? | ||
Rabu, 18 Maret 2009
Lihat ja pERbedaAn foto Ini dalam JAngka 3 tahun muka pasti berubah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,( AI RUPAI SI SATONGKIN DOI )















Smile is the shortest distance between two people.
Senyum adalah jarak yang terdekat antara dua manusia .
Real power does not hit hard , but straight to the point.
Kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan keras , tetapi tepat sasaran
You have to endure caterpillars if you want to see butterflies. (Antoine De Saint)
Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu. (Antoine De Saint)
Only the man who is in the truth is a free man.
Hanya orang yang berada dalam kebenaranlah orang yang bebas.
Every dark light is followed by a light morning.
Malam yang gelap selalu diikuti pagi yang tenang.
Laughing is healthy, especially if you laugh about yourself.
Tertawa itu sehat, lebih-lebih jika mentertawakan diri sendiri.
The danger of small mistakes is that those mistakes are not always small.
Bahayanya kesalahan-kesalahan kecil adalah bahwa kesalahan-kesalahan itu tidak selalu kecil.
Kesalahan kecil bisa mengakibatkan kesalahan yang lebih besar. Bersamaan dengan kesalahan itu, persoalannya bisa menjadi besar pula. Maka kesalahan kecil pun harus segera dibetulkan.
To be silent is the biggest art in a conversation.
Sikap diam adalah seni yang terhebat dalam suatu pembicaraan.
The worst in the business world is the situation of no decision. (Napoleon).
Yang terparah dalam dunia usaha adalah keadaan tidak ada keputusan. (Napoleon).
Dig a well before you become thirsty.
Galilah sumur sebelum Anda merasa haus.
Good manners consist of small sacrifices.
Sopan – santun yang baik yang terdiri dari pengorbanan –pengorbanan kecil.
IDEAS ARE ONLY SEEDS, TO PICK THE CROPS NEEDS PERSPIRATION.
GAGASAN-GAGASAN HANYALAH BIBIT, MENUAI HASILNYA MEMBUTUHKAN KERINGAT.
LAZINESS MAKES A MAN SO SLOW THAT POV ERTY SOON OVERTAKE HIM.
KEMALASAN MEMBUAT SESEORANG BEGITU LAMBAN SEHINGGA KEMISKINAN SEGERA MENYUSUL.
THOSE WHO ARE ABLE TO CONTROL THEIR RAGE CAN CONQUER THEIR MOST SERIOUS ENEMY.
SIAPA YANG DAPAT MENAHAN MARAHNYA MAMPU MENGALAHKAN MUSUHNYA YANG PALING BERBAHAYA.
KNOWLEDGE AND SKILLS ARE TOOLS, THE WORKMAN IS CHARACTER.
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ADALAH ALAT, YANG MENENTUKAN SUKSES ADALAH TABIAT.
A HEALTHY MAN HAS A HUNDRED WISHES, A SICK MAN HAS ONLY ONE.
ORANG YANG SEHAT MEMPUNYAI SERATUS KEINGINAN, ORANG YANG SAKIT HANYA PUNYA SATU KEINGINAN
A MEDICAL DOCTOR MAKES ONE HEALTHY, THE NATURE CREATES THE HEALTH. (Aristoteles)
SEORANG DOKTER MENYEMBUHKAN, DAN ALAM YANG MENCIPTAKAN KESEHATAN. (Aristoteles)
THE MAN WHO SAYS HE NEVER HAS TIME IS THE LAZIEST MAN.(Lichtenberg)
ORANG YANG MENGATAKAN TIDAK PUNYA WAKTU ADALAH ORANG YANG PEMALAS.(Lichterberg)
POLITENESS IS THE OIL WHICH REDUCES THE FRICTION AGAINST EACH OTHER. (Demokritus).
SOPAN-SANTU ADALAH IBARAT MINYAK YANG MENGURANGI GESEKAN SATU DENGAN YANG LAIN. (Demokritus).
A DROP OF INK CAN MOVE A MILLION PEOPLE TO THINK.
SETETES TINTA BISA MENGGERAKAN SEJUTA MANUSIA UNTUK BERFIKIR.
WE CAN TAKE FROM OUR LIFE UP TO WHAT WE PUT TO IT.
APA YANG BISA KITA DAPAT DARI KEHIDUPAN KITA TERGANTUNG DARI APA YANG KITA MASUKKAN KE SITU.
REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN
IF YOU LEAVE EVERYTHING TO YOUR GOOD LUCK, THEN YOU MAKE YOUR LIFE A LOTTERY.
JIKA ANDA MENGANTUNGKAN DIRI PADA KEBERUNTUNGAN SAJA, ANDA MEMBUAT HIDUP ANDA SEPERTI LOTERE.
REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN.
BEING CAREFUL IN JUDGING AN OPINION IS A SIGN OF WISDOM.
KEHATI-HATIAN DALAM MENILAI PENDAPAT ORANG ADALAH CIRI KEMATANGAN JIWA.
YOU RECOGNIZE BIRDS FROM THEIR SINGGING, YOU DO PEOPLE FROM THEIR TALKS.
BURUNG DIKENAL DARI NYANYIANNYA, MANUSIA DARI KATA-KATANYA.
ONE OUNCE OF PREVENT IS EQUAL TO ONE POUND OF MEDICINE.
SATU ONS PENCEGAHAN SAMA NILAINYA DENGAN SATU PON OBAT.
GURU TATEA BULAN
"TaTeA BuLaN PeNgHoRMaTaN RoH NeNeK MoYaNg"
Tak banyak orang tahu, kalau di salah satu sudut kawasan Danau Toba, tepatnya di Desa Limbong Sagala, kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Toba-Samosir, terdapat tradisi yang masih dipegang teguh oleh generasi terakhir yang peduli terhadap kearifan leluhur, dikenal dengan sebutan “Tatea Bulan”. Mereka juga percaya orang Batak pertama di turunkan di Pusuk Buhit, tak jauh dari desa itu berada.
Hari cukup cerah ketika kami menyusuri keelokan Sumatera Utara dari dataran tinggi Karo menuju kawasan Danau Toba, yang terkenal dengan keindahan alamnya. Danau yang kabarnya merupakan terluas di Indonesia dan terlebar ketiga di dunia, ternyata memiliki makna filosofis yang sangat strategis bagi suku Batak, suku yang mendiami kawasan itu sejak dulunya.
Lepas dari tanah karo, perjalanan yang berkelok-kelok dilanjutkan menuju Kabupaten Dairi yang terkenal dengan durian, sebelum akhirnya tiba di simpang tiga (jalan lintas Subussalam; red). Di sini kita harus mengambil arah ke kiri jika ingin mencapai kawasan Danau Toba dari sebelah barat. Biasanya tak sampai dua jam dari simpang tadi, kita akan memasuki daerah yang bernama “Tele”. Daerah yang letaknya cukup tinggi ini, sangat tepat untuk menikmati pemandangan Danau Toba dari sisi yang berbeda.
Selanjutnya, jika dirasa puas, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Pangururan, sebuah daerah yang berbatasan langsung antara daratan Danau Toba dengan Pulau Samosir. Dahulunya, kawasan ini sempat menyatu. Namun seiring kebutuhan sarana transportasi air cukup besar di era 70-an, kawasan ini pun di belah dan di gali lebih dalam agar kapal-kapal dapat lewat dan tidak kandas. Karena tanah yang di belah tadi, akhirnya daerah itu terkenal dengan sebutan “ Tano Ponggol” (baca: bahasa batak = tanah yang terbelah). Kini, untuk menghubungkan daratan antara Danau Toba dengan Pulau Samosir, di bagian atasnya telah dibangun sebuah jembatan permanen.
Berkunjung ke kawasan Danau Toba tentunya kurang berkesan jika tidak menapakkan langkah di Pulau Samosir. Pulau yang terbentuk akibat letusan Gunung Toba ratusan abad silam, seperti dilansir oleh seorang geolog asal Jerman, Van Bemmelen. Dalam teorinya dia mengatakan, erupsi Tumor (gunung) Toba waktu itu merupakan letusan terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah manusia. Hal itu di dasari oleh pembentukan struktur kawasan yang berbatu-batu. Sebuah kawasan yang terbentuk atas lapisan sedimen yang begitu kuat. Diyakini, dulunya sedimen pulau ini berada di bagian bawah gunung, yang karena pergeseran tektonik akhirnya bergerak ke permukaan saat letusan terjadi. Dan seperti kebanyakan kawasan lain pada umumnya, setelah erupsi besar terjadi, daerah ini pun relatif tenang. Hanya di bagian barat pulau ini masih terdapat aktifitas vulkanologi dalam skala kecil, ditandai dengan munculnya titik-titik air panas.
Pulau Samosir adalah pulau yang berada di tengah Danau Toba, berada di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Sejak Januari 2004 silam, Samosir resmi menjadi kabupaten, ketika sebelumnya masih merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Utara Kawasan ini pun terdiri atas 9 kecamatan, yakni; Pangururan (Ibu Kota Kabupaten), Harian, Sianjur Mulamula, Nainggolan, Onan Runggu, Palipi, Ronggur Nihuta, Simanindo, dan Sitio-Tio.
Masing-masing kecamatan memiliki objek wisata andalan, yang bila dikelola dengan baik akan mendatangkan nilai tambah bagi pulau yang berpenduduk 131.000 jiwa. Namun sayang, potensi itu belum dikelola maksimal. Alhasil, jumlah kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara tampak sedikit. Padahal untuk waktu tertentu seperti Juni dan Juli merupakan waktu libur umum.
Kesan tak terawat dengan pegunungan yang gundul terlihat menghiasi hampir seluruh kawasan ini. Cuaca terik yang di perparah dengan Kondisi alam yang miskin hara membuat mata pencaharian utama dari bertani tak selalu bisa diandalkan. Faktor ini yang membuat Samosir kurang berkembang dibanding tempat wisata lain. Belum lagi banyak generasi mudanya yang hengkang keluar daerah. “tak mengherankan, banyak penduduk yang merantau untuk mencari pekerjaan demi kehidupan yang lebih layak”, tutur Bupati Samosir Mangindar Simbolon, di sela-sela kunjungan kerjanya waktu itu.
Asal mulanya
Keindahan alam yang ditawarkan Danau Toba dan Pulau Samosir telah lama terdengar ke seantero tanah air hingga mancanegara. Namun tak banyak yang tahu tentang potensi yang dimilikinya. Diantaranya adalah kekayaan budaya yang dapat digali dan bernilai jual lebih jika dikembangkan. Hanya saja kondisinya akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, akibat pengelolaan yang tidak berpihak pada pelestarian.
Salah satu tempat yang yang ternyata menyimpan banyak cerita bersejarah adalah “Pusuk Buhit” puncak tertinggi yang terletak di Desa Limbong-Sagala, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Toba Samosir, berjarak sekitar 15 km dari Pangururan.
Menurut kepercayaan masyarakat Batak, pada abad XII, Pusuk Buhit dianggap sebagai tempat asal muasal seluruh Suku Batak. Dalam perkembangannya, nenek moyang Suku Batak menyebar ke delapan penjuru mata angin, yakni; Purba, Anggoni, Dangsina, Nariti, Pastia, Mangadia, Utara, Irisanna atau dari Timur higga Timur Laut (baca; hingga seluruh dunia). Berada di kawasan ini, seakan berada di sebuah tempat dan jaman yang berbeda.
Tak jauh dari tempat itu, tepatnya di kaki bukit, terdapat sebuah tempat keramat yang dianggap sakral bagi masyarakat setempat, bernama “Batu Hobon”. Disebut demikian karena bentuknya berupa batu berdiameter satu meter dengan bagian bawah berongga. Diperkirakan batu ini merupakan sebuah lorong yang mungkin saja berbentuk goa. Dulunya di tempat ini kerap diadakan upacara sakral yang masih berlanjut hingga sekarang. Upacara itu diyakini sebagai penghormatan pada roh leluhur sekaligus menerima pewahyuan dari nenek moyang, dikenal dengan sebutan “Tatea Bulan”.
Di Batu Hobon ini lah pomparan (baca: keturunan) Ompu Guru Tatea Bulan pada mulanya bermukim. Diriwayatkan, Pusuk Buhit sebagai tempat turunnya Si Raja Batak yang pertama, diutus oleh Mulajadi Nabolon (Tuhan Yang Maha Esa) untuk mengusai tanah Batak. Disanalah Raja Batak memulai kehidupannya. Dalam silsilahnya, Raja Batak memiliki dua orang anak (baca; dalam Bahasa Batak berarti anak laki-laki) sebagai pembawa keturunan (marga) dan menjaga martabat keluarga. Kedua putra Raja Batak itu bernama Guru Tatea Bulan dan Raja Isombaon.
Pada gilirannya, Guru Tatea Bulan memiliki lima orang putra dan lima orang putri. Kelima putranya bernama; Raja Uti (tidak memiliki keturunan), Sariburaja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Silau Raja. Dari keturunan mereka lah asal muasal semua marga-marga Batak muncul dan menyebar ke seluruh penjuru.
Konon, Batu Hobon adalah buah tangan Raja Uti untuk menyimpan harta kekayaan orang Batak, berupa benda-benda pusaka dan alat-alat musik. Diyakini pula, di dalam Batu Hobon ini tersimpan Lak-Lak (sejenis kitab) yang berisi ajaran dan nilai-nilai luhur. Berdasarkan pewahyuan yang datang pada keturunannya, diperkirakan pada suatu saat, benda-benda yang tersimpan dalam batu itu akan di keluarkan sendiri oleh Raja Uti --yang menurut kepercayaan setempat tidak pernah mati (baca: moksa)--. Dia akan tetap hidup dalam pribadi-pribadi pilihan yang tentu masih keturunannya.
Di atas Batu Hobon terdapat Sopo Guru Tatea Bulan yang dibangun tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan. Bangunan ini terdapat di Bukit Sulatti (di bawah Pusuk Buhit), dan di dalam bangunan terdapat sejumlah patung keturunan Raja Batak berikut dengan patung sejumlah kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya. Kendaraan itu antara lain naga, gajah, singa, harimau dan kuda. Jejak sejarah di Tanah Batak itu yang sering dilupakan pemerintah.
Selain itu, di desa ini terdapat cagar budaya berupa miniatur Rumah Si Raja Batak. Dahulunya, sebutan Raja Batak ternyata bukan karena posisinya sebagai raja dan memiliki daerah pemerintahan, melainkan lebih pada penghormatan terhadap nenek moyang Suku Batak. Di perkampungan ini, ada bangunan rumah semitradisional Batak, yang merupakan rumah panggung terbuat dari kayu, tanpa paku, dilengkapi tangga, dan atap seng (baca: rumah Batak asli atapnya dari ijuk).
Ritual Tatea Bulan
Maraknya bencana yang timbul, mulai dari Tsunami, banjir, tanah longsor, gempa bumi hingga konflik etnik kerap mendera bangsa yang kita cintai ini. Minimnya rasa persaudaraan pun disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang membuat bumi ini semakin tak ramah lagi. Tak terkecuali dengan Suku Batak. Banyaknya pomparan (keturunan) Raja Batak yang tersebar ke seantero jagat dan tak saling kenal turut membuat jarak diantara mereka semakin jauh. Makin lama ikatan itu pun luntur. Sehingga jangan heran jika banyak orang batak (generasi sekarang) yang tak tahu lagi tentang asal muasalnya maupun tradisinya.
Bertolak dari permasalahan itulah, seorang keturunan Guru Tatea Bulan yang bernama Amandus Pasaribu bermimpi di datangi sang guru. Dalam mimpinya Guru Tatea Bulan berpesan agar diadakan ritual sekali setahun hingga tahun ketujuh untuk menghormati para leluhur orang Batak. Dalam nubuatannya, pada kali yang ketujuh, sang guru akan membukakan rahasia yang selama ini tersimpan di Batu Hobon. Amandus yang saat itu sudah 2 tahun tergolek layu tak sanggup bergerak akhirnya berangsur-angsur pulih, setelah menceritakan pesan tersebut kepada keturunan Guru Tatea Bulan yang masih ada, dalam hal ini marga Pasaribu.
Karena itulah, saban tahun di bulan tertentu sesuai penanggalan setempat, sebagian orang Batak yang percaya akan keberadaan leluhurnya, melakukan napak tilas ke Batu Hobon dan Pusuk Buhit. Napak tilas ini dianggap penting guna mengingat kembali asal-muasal mereka.
Menjelang upacara Tatea Bulan, aktivitas warga di Pasar Pagi Limbong, Desa Siputidai, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, tampak berbeda dari biasanya. Sebagian besar warga larut dalam persiapan perayaan. Ada yang memasak, memotong ternak, membuat hiasan di Batu Hobon serta tak ketinggalan panitia inti mempersiapkan roundown acara.
Pagi itu sekitar pukul 10.30 wib, upacara pun digelar. Pemberian persembahan makanan kepada roh leluhur, mulai dari daun sirih, jeruk, telur ayam kampung, ikan jurung, nasi hingga makanan lain yang telah dipersiapkan sebelumnya diletakkan diatas Batu Hobon, sambil memohon agar hasil panen selalu diberkahi sang leluhur. Konon, makna telur sebagai tanda kesuburan dan cikal bakal penerus bagi generasi selanjutnya. Sedangkan sirih merupakan tanda penghormatan dan penghaturan doa kepada Guru Tatea Bulan.
Dalam upacara Tatea Bulan ini dipersembahkan pula seekor kerbau. Para pemuka adat di Tanah Batak Toba mempercayai kerbau sebagai hewan kurban persembahkan bagi Mulajadi Nabolon atau Tuhan. Setelah dihias dengan hiasan lambe atau janur kuning dari daun pohon nira, kerbau itu dipindahkan ke borotan. Borotan adalah kayu tambatan sebagai pusat pelaksanaan upacara.
Dalam sesi selanjutnya, peran terbesar di pegang oleh pambuhai (tetua adat). Adalah seorang tokoh adat bernama Mirna Limbong, ditunjuk menanganinya. Kemampuan spiritual dan keturunan terpilih membuatnya tak pernah absen setiap kegiatan Tatea Bulan dilaksanakan.
Biasanya, sebelum berangkat ke Batu Hobon, dia akan mempersiapkan alat-alat untuk upacara, berupa tali sulaman. Tali ini dinamakan bonang manalu, berfungsi untuk mengikat batu ajimat pada saat upacara nanti. Selain itu ia pun harus mengenakan pakaian pambuhai, yang dihiasi sebuah pengiring atau ikat kepala. Menggunakan pengiring, dipercaya sang leluhur akan menuntun dan melindungi jiwanya. Pria berusia 60 tahun ini tampak agung dalam pakaian sakralnya.
Pak Marna kemudian menyiapkan daun tujuh rupa. Antara lain sipilit, ropu, sirih, silinjuang, alum-alum, dan siritak. Sesajian dedaunan ini dipercaya dapat membuat upacara Tatea Bulan berlangsung dengan baik dan jauh dari gangguan. Setiap daun dianggap memiliki kekuatan. Sipilit, misalnya, digunakan untuk menjauhkan diri dari amarah. Sedangkan ropu atau rotan sebagai perlambang perekat atau kesatuan untuk menghindarkan warga dari perpecahan.
Sudah enam tahun terakhir Pak Marna berkutat dengan ritual ini. Sebuah tombak, yakni Tombak Jurung Buhit pun selalu setia menemaninya. Tombak tradisional Jurung Buhit ini adalah warisan leluhur dan telah diberikan ropu atau simbol kekerabatan. Tombak ini pun harus diarahkan ke langit, sebagai pertanda menyebar mantra untuk menghindari pengaruh buruk.Tombak itu adalah pamungkas pada upacara sakral itu. Nantinya alat itu akan digunakan untuk mengurbankan seekor kerbau sebagai perwujudan penghormatan bagi Mulajadi Nabolon.
Diiringi musik pargondang, para pendoa mulai menari dan melangkah kecil untuk mengitari borotan. Tarian ini dinamakan Tor Tor Mangaliat. Gerakannya dipercaya sebagai bentuk doa dan rasa syukur. Dalam upacara ini, terkadang para peserta kerasukan. Dalam keadaan tak sadar, mereka memakan telur dan jeruk persembahan.
Selain itu yang tak kalah seru adalah munculnya angin ribut beberapa saat menerpa kawasan di sekitar borotan dan Batu Hobon. Sedangkan di luar tempat itu suasana tetap tenang, tak menunjukan tanda-tanda munculnya angin ribut. Tenda-tenda yang dibangun sebelumnya banyak yang roboh, sebagai pertanda Raja Uti, anak dari Tatea Bulan, ikut hadir di upacara ini.
Setelah proses pembuktian akan kehadiran leluhur mereka, sang pambuhai segera menarikan Gondang Tatea Bulan. Pak Marna menari dengan lincah dan gesit mengikuti tabuhan gendang, berputar mengelilingi delapan penjuru mata angin. Gerakan tarian ini diyakini sebagai penghaturan pembuka agar doa dan permintaan anak cucu Tatea Bulan dapat terkabul.
Pambuhai pun merapalkan mantra dan mengelilingi borotan sebanyak tiga kali. Saat tarian pambuhai tengah ditabuhkan ke delapan penjuru, Tombak Jurung Buhit menjadi pamungkas persembahan bagi para leluhur Tanah Batak.
Pambuhai memiliki kewajiban menusukkan tombak sebanyak tiga kali ke arah kerbau. Ketiga hunusan terkait dengan dalihan na tolu atau bentuk tali kekerabatan di dalam marga Batak. Setiap hunusan merupakan ungkapan permintaan terhadap leluhur dan Tuhan Mulajadi Nabolon. Terutama agar memberikan keselamatan, kesejahteraan, dan perlindungan abadi bagi seluruh keturunan orang Batak.
Selanjutnya, pada tengah malam akan dipertunjukkan bagaimana nenek moyang orang Batak melakukan pengobatan massal, dengan meminta persetujuan Mulajadi Nabolon untuk menyembuhkan keturunannya yang sedang sakit. Biasanya saat sakral ini, tidak boleh ada satu titik cahaya pun. Semua harus gelap. Benar-benar hening. Hanya cahaya bulan yang menerangi.
Sebelum acara dimulai, yang bergendang akan memanggil arwah leluhur dengan gebukan nada tertentu. Di saat kemudian, para penabuh gendang akan mengalami trance, keadaan yang membuat mereka menghasilkan nada-nada tertentu --yang tak lazim--. Biasanya dalam keadaan normal, nada yang ditimbulkan para penabuh tadi, takkan mungkin bisa di ikuti. Karena saat seperti itu yang bekerja bukanlah diri mereka lagi, tetapi telah ada unsur lain. Unsur yang tak kelihatan dan tak bisa di interpretasi dengan logika.
Biasanya, disaat-saat ini pula sang leluhur akan memberikan pewahyuannya melalui pambuhai ataupun melalui keturunannya yang terpilih. Namun sering tak terjadi pewahyuan apapun pada malam itu. Sama seperti pada acara Tatea Bulan yang keempat berlangsung. Semua itu berpulang pada kehendak Ompung Mulajadi Nabolon.
Keesokan harinya, saat sang surya mulai mengeluarkan silaunya. Semua orang akan makan bersama di bawah naungan tenda besar. Semua keturunan Guru Tatea Bulan yang hadir harus menikmati hidangan daging kerbau yang telah di sembelih kemarin sore. Masing-masing orang duduk bersila diatas tikar sebelum akhirnya mendapat jatah makan. Semua orang akan makan dengan kenyang.
Sebagai tahap akhir di kegiatan Tatea Bulan, selesai makan, para keturunan raja Batak ini akan melakukan long march ke tempat persemayaman Guru Tatea Bulan, di puncak Pusuk Buhit pada ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut dengan berjalan kaki. Walau cukup melelahkan, mereka menganggap menelusuri jejak leluhur adalah suatu berkah dan kebanggaan tersendiri.
Sebagian warga suku Batak menganggap Guru Tatea Bulan adalah leluhur yang suci. Berada di rumah persembahan Guru Tatea Bulan diibaratkan sebagai sebuah pertemuan antara nenek moyang dan para cucunya. Di puncak ini pula terdapat patung-patung perlambang Guru Tatea Bulan. Terkadang, para peziarah menghaturkan doa di hadapan patung ini.
Melalui patung Guru Tatea Bulan dan Raja Uti, doa dipanjatkan kepada Mulajadi Nabolon yang dipercaya sebagai Tuhan dalam kepercayaan leluhur orang Batak. Maka, ziarah dan berdoa adalah kegiatan pamungkas sebelum turun kembali ke Desa Limbong-Sagala, kecamatan. Sianjur Mula-mula. Serangkaian upacara adat untuk menghormati sang leluhur.
Dalam kegiatan yang tak hanya mengandalkan aura spiritual ini, diharapkan semua keturunan si Raja Batak yang ada di seluruh penjuru mata angin dapat mengetahui silsilah, asal muasalnya, serta dapat menjalin silahturahmi. Selanjutnya akan bisa menceritakan sejarah itu kepada anak cucu mereka kelak. Sebab semua itu bermula di kawasan Sianjur Mula-mula yang memiliki arti penting dalam sejarah Suku Batak. Selain alamnya yang indah, kawasan ini pun sangat berpotesi untuk dikembangkan menjadi objek wisata budaya. Untuk itu peran serta semua pihak sangat diperlukan untuk membangun, mengembangkan, mengelola dan mengemas kawasan ini, sehingga boleh dikenal orang hingga ke mancanegara.
CERITA BATAK
Hajajadi ni Tao Toba
Kitab Pengobatan batak
daniel punya adat
Pada saat Mulajadi Nabolon kembali ke benua atas, Mulajadi Nabolon bersabda kepada Raja Ihat Manisia dan Siboru Ihat Manisia. “Jika kamu sekalian penghuni Benua Tengah hendak berhubungan dan bersekutu dengan kami penghuni Benua Atas, maka segala jenis sesajen yang hendak kamu persembahkan harus disusun rapi dan bersih serta diiringi dengan rasa penyampaian yang tulus dan suci. Sudah kuberikan kepadamu Hata Dua, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dan dirimu harus bersih dan suci". Bersumber dari ajaran tersebut Parmalim memberikan pelean atau sesajen suci dengan dihantar asap dupa dan air suci serta bersih tidak boleh makan daging babi dan anjing serta darah dan bangkai. Sebagai tindak lanjut ajaran tadi Ugamo Malim mempunyai rukun dan aturan yang dilaksanakan dan menjadi pedoman prilaku Parmalim antara lain :
1. Marari Sabtu,
Pada setiap hari sabtu atau samisara seluruh umat Parmalim berkumpul di tempat yang sudah ditentukan baik di Bale Partonggoan, Bale Pasogit di pusat maupun ruma Parsantian di cabang/daerah untuk melakukan sembah dan puji kepada Mulajadi Nabolon dan pada kesempatan itu para anggota diberi poda atau bimbingan agar lebih tekun berprilaku menghayati Ugamonya.
2. Martutuaek,
Upacara yang dilakukan di rumah umat yang mendapat kelahiran seorang anak, atau pemberian nama kepada anak. Anak yang baru lahir sebelum dibawa bepergian kemana-mana harus lebih dahulu diperkenalkan dengan bumi terutama air untuk memebrsihkan dan ini dilaksanakan membawa anak tersebut ke umbul mata air disertai dengan bara api tempat membakar dupa. Kemudian baru dibawa ke dunia baru yaitu pasar dan diberi buah-buahan, manis perlambang hari depan yang makin manis. Setelah dirumah dilanjutkan lagi dengan upacara, bergantung pada kemampuan keluarga tersebut. Pada saat pulang dari pasar tadi, siapa saja diinginkan oleh keluarga si anak meminta buah-buahan bawaan si anak tadi sebagai perlambang bahwa si anak kelak akan bersifat maduma.
3. Mardebata,
yaitu upacara yang sifatnya individual dimana seorang melaksanakan upacara sendiri tanpa melibatkan orang lain. Ritual ini sendiri mempunyai tujuan ganda yaitu meminta keampunan dosa atau menebus dosa dan syukuran. Seseorang yang merasa dirinya menyimpang dari aturan patik perlu menyelenggarakan perdebatan sebagai sarana penebus dosanya. Bagi orang lain pardebataon itu mungkin pula untuk mewujudkan kaulnya.
Mardebata ini boleh pula melibatkan yang lain. Hal itu bergantung kepada yang mampu. Karena Mardebata itu boleh oleh orang seorang boleh oleh keluarga dan seterusnya. Jika upacara dibuat besar-besaran misalnya untuk mewujudkan niatnya harus dengan menyediakan sesaji dengan secukupnya dan boleh pula dengan dihantar gendang sabangunan serta diatur oleh tata upacara resmi sesuai dengan tata upacara dari Ihutan atau dari Uluan.
Upacara Mardebata ini bagi yang mampu nampaknya sudah seolah-olah pesta, karena undanganpun dapat pula dilaksanakan. Jadi jelas bergantung pada nazar dikandung oleh yang terlibat. Jika satu nenek moyang sudah berniat untuk memuja Mulajadi Nabolon dengan jalan Mardebata hal itu dapat dilakukan oleh satu nenek moyang itu.
4. Pasahat Tondi,
Upacara kematian dibagi dalam dua tahap. Pertama adalah pengurasan jenazah menjelang pemakaman, kedua adalah pasahat tondi. Pemberangkatan jenazah dipimpin oleh Ihutan atau Ulupunguan dengan upacara doa : “Borhat ma ho tu habangsa panjadianmu”, Artinya : Berangkatlah engkau ke tempat kejadianmu. Satu minggu setelah pemakaman, keluarga yang ditinggal mengadakan pangurason tersemayamkan di rumah. Satu bulan setelah pemakaman, dilanjutkan dengan Upacara Pasahat Tondi yaitu upacara mengantar roh dalam hati harfiah. Tuhan menciptakan manusia atas dua bagian yaitu badan dan roh (pamatang dohot tondi). Apabila badan mati, toh tidak ikut mati, ia akan kembali kepada penciptanya, sesuai dengan pandangan ketuhanan Parmalim, bahwa “Ngolu dohot hamatean huaso ni Debata” artinya “kehidupan dan kematian adalah kuasa Tuhan. Upacara ini adalah upacara tonggo-tonggo atau dosa. Dapat dilakukan dengan sederhana dan dapat pula dilakukan dengan besar-besaran bergantung pada kemampuan keluarga yang ditinggal. Tentu dengan demikian sesaji harus terhidang dan upacara harus memenuhi keseluruhan tata tertib acara berdasarkan Ugamo Malim. Ini bulan berarti bahwa acara tidak boleh dibuat sederhana. Boleh dengan acara sederhana, yang pokok adalah bagaimana inti pasahat tondi itu harus terlaksana.
5. Mangan Napaet,
adalah upacara atau berpuasa untuk menebus dosa dilaksanakan selama 24 jam penuh pada setiap penghujung tahun kalender batak yaitu pada ari hurung bulan hurung. Upacara ini adalah bersifat umum dilaksanakan oleh setiap cabang atau ganup punguan. Perangkat dasar upacara ini selain pangurason dan pardupaon yang terpenting ialah makanan napaet, diramu dari beberapa jenis buah dan daun yang pahit, seperti daun pepaya, buah ingkir, babal, cabe rawit, jeruk bali muda dan gara.
Mangan Napaet dilakukan pada awal puasa dan pada akhir sebelum berbuka, sedangkan ritual dimulai jam. 12.00 tengah hari. pada saat semua jemaat berkumpul di parsantian atau dirumah Ihutan/Ulupunguan, upacara dasar dimulai berupa puji-pujian kepada Mulajadi Nabolon-Raja Nasiak bagi dan kemudian untuk mengingatkan hukumnya mangan napaet. Mangan Napaet dimulai dengan cara mengedarkan napaet tadi secara estafet. Mangan Napaet adalah merupakan pengabdian warga parmalim kepada Raja Nasiak bagi yang menderita untuk manusia. Dan juga arti mangan napaet adalah symbol kehidupan dari pahit menjadi manis, karena sudah mangan napaet akan diakhiri dengan mangan natonggi dan inilah permulaan hidup prilaku baru untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. setelah mangan napaet maka dilaksanakan pula upacara persembahan kambing putih kepada Mulajadi Nabolon.
6. Upacara Sipaha Sada,
adalah merupakan upacara yang paling hikmad dan mengandung nilai religius yang paling dalam, bagi Umat Parmalim. Pelaksanaan upacara ini disambut gembira karena sehari sebelumnya Parmalim baru saja selesai mengadakan upacara mangan napaet yaitu satu cara upacara pembebasan manusia dari dosa.
Upacara Sipaha Sada adalah penyambutan datangnya tahun baru Ugamo Malim atau pada Sipaha Sada inilah pergantian tahun terjadi. Boleh dikatakan Sipaha Sada ini adalah tahun baru batak. Pada upacara ini pada umumnya seluruh orang batak melakukan dialog bathin. Dan hari berikutnya dinamai Suma. Pada hari itu diperingati hari lahir Simarimbulubosi. Upacara dipusatkan di Bale Pasogit. Upacara ini melakukan sesajen juga kepada Mulajadi Nabolon termasuk kepada ketiga wujud pancaran kuasa yaitu Batara Guru, Debata Sori dan Debata Balabulan dan seterusnya sampai kepada Raja Nasiakbagi dihantarkan dengan asap dupa, air suci dan dengan bunyi gendang sabangunan.
Upacara ini dilaksanakan bersama di Bale Pasogit. Dengan demikian semua umat Parmalim. Pada upacara ini dilaksanakan dengan tertib dan memang benar-benar tertib dan hikmad karena dianggap hari tersebut adalah memperingati kelahiran Tuhan.
7. Upacara Sipaha Lima,
yaitu upacara dilakukan pada bulan kelima kelender Batak untuk menyampaikan puji-pujian kepada Mulajadi Nabolon termasuk kepada wujud Pancaran Kuasanya mulai dari Debata Batara Guru-Debata Sori dan Balabulan dan seterusnya kepada Raja Nasiakbagi, karena atas berkatnya semua mereka memperoleh rahmat, sehat jasmani dan rohani. Upacara ini disebut Upacara Kurban, karena sajian yang dipersembahkan adalah hewan kurban dari kerbau atau lembu.
Sajian pertama kepada Mulajadi Nabolon yang seterusnya diantar dengan asap dupa dan air suci dan dengan bunyi gendang sabangunan.
Penyelenggaraan upacara Sipaha Lima ditetapkan pada hari ke 12-13 dan 14 menjelang bulan purnama. Hari tersebut dinamakan Boraspati, Singkora dan Samisara berkisar antara bulan Juli-Agustus pada bulan Masehi. Upacara diadakan dengan sajian yang lengkap dilaksanakan dengan penuh khikmad tanpa syukur Parmalim kepada Tuhannya dan agar diberi keselamatan dan kesejahteraan pada hari-hari berikutnya.
Jika pandangan Batak Tua mengenai ketuhanan dikembangkan Parmalim dengan ugamo Malim, maka berikut ini yaitu oleh masyarakat Batak sekarang masih memperilakukan pandangan tersebut pada kehidupannya sehari-hari dalam bentuk budaya ritual. Untuk lebih memahami pendapat ini marilah kita mulai lagi melihat pandangan dan kehidupan masyarakat Batak dahulu dengan masyarakat Batak sekarang.
Lambang wujud pancaran kuasa Mulajadi Nabolon adalah hembang atau bendera-bendera berwarna hitam diatas, putih ditengah dan merah dibawah dalam satu kesatuan yang disebut Debata Natolu. Warna Hitam adalah lambang Debata Batara Guru dari wujud pandang kuasa Mulajadi Nabolon dalam kebijakan atau hahomion. Artinya adalah bahwa pikiran manusia tidak mampu meneliti atau memikirkan kebijakan Mulajadi Nabolon.
Hahomion Mulajadi Nabolon itu dapat dialami tetapi tak dapat dipikirkan. Sebagaimana warna hitam pekat demikian pulalah gepalnya pikiran manusia atau kebijakan Mulajadi Nabolon. Manusia tidak dapat meramalkan dan meraba seperti gelapnya warna hitam, demikian pulalah dangkalnya dan gelapnya pikiran manusia tentang kebijakan Tuhan. Manusia tidak mampu untuk itu. oleh sebab itu lambang hitam dari Batara Guru adalah pertanda penyerahan diri kepadaNya.
Hanya terserah pada kebijakan Tuhanlah kehidupan manusia. Manusia tidak akan dapat berjalan pada warna hitam yang ketat, malam yang gelap. Maksudnya manusia tidak akan dapat berjalan di dunia ini oleh dirinya sendiri. Sebab itu berserah kepadaNya-lah dikemanakan hidup ini. Apalah arti manusia dibandingkan dengan Kuasa Agung yang dimilikiNya. Berserah kepada kebijakan Tuhanlah hidup ini karena Dialah kebenaran yang menetapkan kebijakan itu. jadi arti warna hitam pada lambing adalah berserah diri kepada kebijakan Tuhan atau berserah diri kepada hahomion ni Debata atau dengan kata lain : “Tung asi ni roha ni Debata ma”. Warna putih dari hembang adalah lambing Debata Sorisohaliapan sebagai wujud pancaran kuasa Mulajadi Nabolon mengenai kesucian atau hahomion. Putih tidak dapat dibedakan. Dengan demikian dalam warna putih tidak terdapat perbedaan. Demikianlah Debata Sohaliapan bahwa pada diriNya tidak ada perbedaan maka sering dikatakan Putih ada perbedaan pada dirinya. Dia harus sama dengan yang lain. Apabila dia sudah sama dengan yang lain, dan itu pula-lah hukum kekuatan baginya dan dialah menjadi penguasa hukum kekuatan itu (habonaron).
Warna merah dari hembang adalah lambing Debata Balabulan sebagai wujud pancaran kuasa Mulajadi Nabolon mengenai kekuatan. Balabulan adalah wujud kejadian kekuatan alam itu. merah adalah warna tanah atau rata dalam bahasa batak, merah itu adalah perlambang kegairahan untuk hidup. Justru kegairahan untuk hidup itulah maka timbul keberanian.
Seseorang yang berani ia tidak takut mati, maka sering kita dengar : “Mardomu di tano rara hita”. maksudnya mereka baru berjumpa setelah mati. Agar mati itu jangan sampai terjadi maka harus tetap kuat. Agar tetap kuat inilah dilambangkan dengan merah yaitu wujud pancaran kuasa Mulajadi Nabolon menjadi kekuatan. Warna merah adalah perlambang kekuatan dan agar tetap kuat (hagogoon). Setiap manusia mengharapkan kekuatan ada padanya. Kekuatan itu belum sempurna apabila hanya untuk diri sendiri. Dan lebih tidak sempurna lagi apabila tidak diridhoi Tuhan. Apabila kita padu arti ketiga warna tadi, maka dapatlah kita ambil kesimpulan bahwa hitam itu adalah kebijakan Tuhan, putih itu adalah kesucian Tuhan dari Tuhan, dan merah adalah kekuatan Tuhan (hahomion-hamalimon-hagogoon). Dengan melihat bendera atau lambang yang warnanya hitam diatas, putih ditengah dan merah dibawah, itu berarti menggambarkan kebijakan, kesucian dan kekuatan dari Tuhan. Artinya yang dilambangkan dalam bendera itu adalah Batara Guru sebagai wujud pancaran kuasa kebijakan, Debata Sorisohaliapan sebagai wujud pancaran kuasa kesucian dan Debatabulan sebagai wujud pancaran kuasa kekuatan dari Mulajadi Nabolon.
Lambang ini boleh dipisah-pisah seperti satu bendera tetapi dipacakkan berdekatan, dengan ketentuan hitam di kanan, putih ditengah dan merah dikiri. Kesimpulan arti lambang bahwa warna hitam – putih – merah merupakan kebijakan-kesuciannya dan kekuatannya tidak dapat dibandingkan, tidak bermula dan tidak akan berakhir dan mula segala yang ada. Ini adalah merupakan keyakinan orang batak pada umumnya dari dahulu sampai sekarang. Mengapa penulis berani mengatakan demikian, baiklah penjelasan berikut ini. Mungkin kita geli apabila diingat pada masa-masa kanak-kanak dahulu disuruh orangtua memakai boning menalu diikat ditangan jika ada wabah penyakit. Agar kita jangan dihinggapi penyakit, agar kita jangan dihinggapi penyakit, demikian pandangan kita waktu itu. kegelian hati kita sekarang inipun sebenarnya tidak berdasar karena sampai saat inipun kita semua dan masyarakatpun sehari-hari.
Bonang Manalu tiga benang masing-masing warna hitam atau biru, putih dan merah dipilin menjadi satu adalah symbol doa masyarakat batak merupakan keyakinan bahwa seseorang akan selamat apabila yakin bahwa tidak ada yang lebih kuat dari Tuhan Yang Maha Esa mula kebijakan, kesucian dan kekuatan itu. apabila saya memakai bonang manalu berarti saya telah yakin bahwa apapun yang akan terjadi baik pada saat ada wabah penyakit saya akan tetap selamat berkat kepercayaan saya yaitu Tuhan yang saya puja itu jauh lebih kuat dari kita seluruhnya. Saya yakin dan percaya bahwa saya akan tetap selamat berkat kepercayaan saya bahwa Tuhanku pemilik hahomion itu pemilik kesucian itu pemilik kekuatan itu adalah lebih kuat dari segala yang ada untuk melindungi saya.
Ulos yang masih dipakai orang batak dalam kehidupan ada adatnya adalah bonang manalu, warna pokok dari setiap ulos batak adalah hitam putih dan merah, sedang warna lain adalah variasi kehidupan. Justru inilah ritual ulos dalam adat batak. Symbol Tuhanlah yang tergambar dalam ulos batak. Mangulosi dalam adat batak adalah upacara ritual dan khikmadnya masih dapat dirasakan masyarakat batak. Gorga adalah bonang manalu perlambang doa masyarakat batak akan kekuatan Tuhan Yang Maha Esa mampu mengayomi manusia. Gorga itu dipakai pada rumah maka disebut ruma gorga. Penghuni Ruma Gorga akan tetap yakin bahwa mereka akan selamat-selamat berkat perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Gorma warna hitam-putih-merah dalam kehidupan orang batak bukan lah hiasan atau hiburan, tetapi adalah symbol keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Gorga dimana sajapun dipakai terutama pada solubolon selain dirumah adalah bermakna keyakinan tersebut. Hidup orang batak tidak dapat terlepas dari Bataraguru dari Debata Sorisohaliapan dan Debata Balabulan dalam arti kekerabatannya yaitu hahomion ni Debata. gambaran Bataraguru, gambaran Debata Sorisohaliapan dan gambaran Debatabulan terdapat pada kehidupan masyarakat batak dalihan natolu.
Justru dalihan natolu pandangan hidup orang batak adalah perwujudan kehidupan dan titisan dari banua ginjang. Dalihan Natolu adalah gambaran tersebut.bahwa hula-hula adalah titisan hahomion dari wujud pancaran kuasa Mulajadi Nabolon yaitu Bataraguru. Hasuhuton namardongan tubu adalah titisan hamalimon dari wujud pancaran kuasa Mulajadi Nabolon yaitu Debata Sirisohaliapan dan Boru adalah titisan kekuatan dari wujud pancaran kuasa v yaitu Debata Balabulan.
Kita tidak akan heran tetapi mungkin akan kagum bahwa ulos dari hula-hula lebih banyak hitamnya dari warna putih dan merah maka ulos hula-hula itu warna sibolang dan sitolu tuho. Demikian ulos dari hasuhuton atau yang dipakai hasuhuton namardongan tubu lebih banyak putihnya dari warna hitam dan merah maka ulos hasuhuton warna ragi idup. Tentu demikian pula ulos boru atau yang dipakai boru lebih banyak warna merahnya dari pada warna putih dan hitam maka ulos boru atau yang dipakai boru itu warna sadum dan warna mangiring. Perhatikan ulos parompa kebanyakan berwarna hitam-biru dan putih. Budaya batak cukup tinggi dan bernilai tinggi dalam kehidupan spiritual. Budaya itu akan tumbuh dan berkembang. Oleh sebaba itu masih perlu kita lihat hal-hal yang lama apa kaitannya dengan masa depan.
Salah satu dari yang lama itu misalnya mengenai sajian diperuntukkan kepada Mulajadi Nabolon dan Debata Natolu yaitu Bataraguru-Debata Sori dan Balabulan. Sajian untuk Nabolon dan Debata Natolu adalah kambing Putih dan kepada Bataraguru adalah manuk jarum bosi berarti warna hitam, kepada Debata Sori adalah manuk putih warna putih dan kepada Balabulan adalah manuk mira polin berarti warna merah. Bila pengertian bonang manalu telah kita ketahui beserta ulos gorga apakah arti dan makna sajian atau pelean dengan warna tadi yang diberikan kepada Tuhanh Yang Maha Esa. Dan apabila dibandingkan dengan pengertian pelean sekarang ini, apakah pelean yang diciptakan nenek moyang kita itu tidak sejajar dengan perkembangan zaman.
8. Tortor Pangurasan
Tortor Pangurason (Tari Pembersihan). Tari ini biasanya digelar pada saat pesta besar yang mana lebih dahulu dibersihkan tempat dan lokasi pesta sebelum pesta dimulai agar jauh dari mara bahaya dengan menggunakan jeruk purut.
9. Tortor Sipitu Cawan (Tari tujuh cawan)
Tari ini biasa digelar pada saat pengukuhan seorang raja, tari ini juga berasal dari 7 putri kayangan yang mandi disebuah telaga di puncak gunung pusuk buhit bersamaan dengan datangnya piso sipitu sasarung (Pisau tujuh sarung).Gbr dibawah.
10. Mangapus hoda miakan
Budaya ritual mangapus hoda miakan ini sangat jarang digelar sebab budaya ini digelar pada pesta pengukuhan siraja batak, ini digelar terakhir sekali pada pesta pengukuhan Raja Sisingamangaraja menjadi Siraja Batak dengan menggunakan makan kuda putih.
11.
Tortor tunggal panaluan merupakan suatu budaya ritual ini biasa digelar apabila suatu desa dilanda musibah, maka tanggal panaluan ditarikan oleh para dukun untuk mendapat petunjuk solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Sebab tongkat tunggal panaluan adalah perpaduan kesaktian Debata Natolu yaitu Benua atas, Benua tengah dan Benua bawah. Gbr dibawah.
12. Mangalahat Horbo
Mangalahat Horbo termasuk budaya ritual yang sangat penting sebab setiap tahun dilaksanakan pada hari kelahiran raja, hatorusan acara ritual ini sekaligus memberi sesajen kepada Mulajadi Nabolon dan Debata Natolu agar setiap manusia jauh dari mara bahaya.
Budaya ritual mangalakat horbo ini merupakan kunci dari seluruh ritual budaya batak kepada Mulajadi Nabolon.
13. Bahan pengobatan ritual yang selalu harus dibutuhkan.
Dalam pengobatan tradisional batak tidak selamanya menggunakan tumbuhan. Ada juga menggunakan makanan dan budaya ritual dalam pengobatan batak, suku batak selalu menggunakan anggir dan daun sirih dari seluruh kegiatan pengobatan dan budaya ritual.
14.Pengobatan dengan budaya ritual penyucian
Pengobatan ini biasa dilakukan dengan memandikan para pasien ke dalam air yang mengalir dengan menggunakan anggir dan tumbuhan lain yang sifatnya bertujuan membuang penyakit dari tubuh si penderita. Biasanya setelah selesai dimandikan setibanya dirumah akan diberikan makanan berupa ayam bagi laki-laki dan ikan bagi para wanita dengan tujuan agar roh para penderita menyatu dengan badan. Sebab manusia yang sakit biasanya karena rohnya tidak berada di dalam jasad.
15. Ilmu Pelindung
Dalam Ilmu Pelindung ini biasanya orang mencintainya dengan tujuan agar manusia tersebut jauh dari mara bahaya dan sekaligus membangunkan roh-roh kekuatan yang ada pada tubuh kita.
Dalam memberikan ilmu pelindung ini biasanya si penerima dibersihkan dibungkus dengan kain 3 warna, merah, putih, hitam dengan harapan merah kekuatan, putih kesucian dan hitam kebijakan berdiam dan bangkit dalam dirinya dan darahnya, sambil air jatuh di kepala si penerima dan si pemberi saling memohon untuk ilmu perlindungan tersebut.






